Latest News

Recent Posts

Sabtu, 03 April 2021

MEMUPUK KEDERMAWANAN MENYAMBUT BULAN PENUH KEBERKAHAN

 Ramadhan Kabar gembira bagi mukmin

Bulan Ramadhan 2021 tinggal beberapa waktu lagi menyapa kita. Meski masih dalam kondisi pandemic yang meliputi, Kedatangan bulan Rarnadhan tetap selalu menjadi penghibur hati orang mukmin. Bagaimana tidak, Alloh سبحانه و تعالى menjanjikan beribu keutamaan di bulan ini. Pahala diobral sedemikian rupa hingga tak ada suatu amalan baik sekecil apapun kecuali Allah lipatkan, magfirah dan ampunan-Nya begitu luas memenuhi setiap ruang dan waktu di bulan tersebut. Mereka yang menyadari betap kurangnya bekal ynag ia punya untuk menuju kahiratkelak, begitu banyak dosa yang telah dikerjakan, tak ada rasa kecuali rasa Bahagia menggebu menyambut Ramadhan bulan penuh mulia ini. Insan yang menyadari betapa dosa melumuri dirinya, tidak ada rasa kecuali bahagia akan kedatangan bulan Ramadhan.

Ramadhan bulan kedermawanan

Dermawan adalah sifat mulia yang menjadi ciri dan kebaikan para pendanulu kita salafus shalih. Dermawan adalah sifat para nabi dan rasul. Seyogyanya sifat ini menjadi karakter yang harus dimiliki setiap mukmin dan harus diajrakan sejak dini kepada para calon generasi masa depan. Ada begitu bnayak cara untuk mengajarkan kedermawan dan melatihnya kepada setiap kita. Dengan membiasakan berbagi, memahami hakikat kehidupan bersama, melatih sifat peduli terhadap orang lain, dan sebagainya. Islam telah menjadikan dermawan ini menjadi karakter mulia. Banyak firman Nya yang menerangkan tentang sifat ini. Bahkan Rasulullah صلى الله عليه و سلم dalam kesehariannya sangat dermawan. Bahkan, saat bulan Ramadan, beliau jauh lebih dermawan dan hanbiasanya. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan saatbeliau bertemu Jibril. Jibnil menemuinya setiap malam untuk mengajarkan al-Quran, Dan kedermawanan Rasulullah shallallahualaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.’ (HR. Bukhari)

Sedekah adalah bentuk kedermawanan

Diantara ibadah yang diperintahkan oleh syariat guna membiasakan dan menumbuhkan sifat kedermawanan pada jiwa adalah sedekah. Terlebih lagi Ketika di bulan suci Ramadan. Bahkan, sedekah menjadi satu amalan yang senantiasa dilazimi Rasululloh صلى الله عليه و سلم, terlebih di bulan Ramadhan. Maka, semestinya kita selaku umat Rasululloh صلى الله عليه و سلم harus mencontohdan meneladani kedermawanan beliau dalam sedekah ini, terlebih dibulan Ramadhan Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan besar dan bulan Ramadhan adalah melalui sedekah. Denganya sifat kedermawanan akan semakin menguat. Bahkan kedermawan adalah salah satu sifat Alloh سبحانه و تعالى Sesungguhnya Allah Taala itu Maha Memberì, la mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, la membenci akhlak yang buruk “(HR. Al Baihaqi)

Tangan yang di atas lebih baik dan tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang membeni dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” (HR. Bukhari dan Muslim). Keutamaan Bersedekah

Allah سبحانه و تعالى Benar-benar memuliakan orang-orang yang bersedekah. la menjanjikan banyak keutamaan dan balasan yang menakjubkan bagi orang-orangyang gemar bersedekah.

Sedekah menghapuskan dosa

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:‘Sedekah dapat menghapus dosasebagaimana air memadamkan api.’ (HR.Tirmidzi).

Sedekah akan menjadi naungan di hari kiamat

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: “Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari).

Sedekah menjadikan harta lebih berkah

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya” (HR. Muslim)

Alloh Melipatkan pahala pelaku sedekah

Allah Taala berfirrnan: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. AI Hadid:18)

Alloh sediakan pintu khusus bagi pelaku sedekah di syurga

Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dan pintu surga: ‘Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan’ Jika ia berasal dan golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dan pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggildan pintu jihad, jika ia berasal dan golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Sedekah adalah bukti keimanan seseorang

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:”Sedekah adalah bukti” (HR. Muslim)

An Nawawi menjelaskan: “Yaitu buktikebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi(kebenaran mannya)

Sedekah dapat menyelamatkan dan siksakubur

RasuuIIah صلى الله عليه و سلم bersabda: “Sedekah akan memadamkan api siksaan didalam kubur” (HR. Thabrani)

Pahala sedekah akan terus berkembang

Pahala sedekab walaupun hanya sedikit itu akan terus berkembang pahalanya hirgga menjadi besar. Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: “sesungguhnya Allah menerima amalan sedekah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dan kalian,sebagaimana kalian mengembangkan seekor anak kuda. Sampai-sampai sedekah yang hanya sebiji bisa berkembang hingga sebesar gunung Uhud” (HR. At-Tirmidzi 662, la berkata: hasan shahih)

Sedekah bisa menyelamatkan dari api neraka

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: “Jauhilah api neraka, walau hanya den ganbersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidakpun ya, maka bisa dengan kalimah thayyibah” (HR.Al Bukhari dan Muslim)

Kedermawanan Rasululloh di bulan Ramadhan

Rasul kita صلى الله عليه و سلم, teladan terbaik bagi kita, beliau adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau Iebih dahsyat agi di bulan Ramadhan. Bahkan kedermawanan Rasululloh di ibartakan angin berhembus yang memberikan kenyaman kepada setiap makhluk. Ibnu Abbas meriwayatkan: “Rasulullah صلى الله عليه و سلم adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibuil. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Quran. Dan kedermawanan Rasulullah صلى الله عليه و سلم melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari)

Dan hadits di atas diketahui bahwa Rasulullah صلى الله عليه و سلم pada dasarnya adalah seorang yang sangat dermawan. ini juga ditegaskan oieh Anas binMalik radhiallahuanhu: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamadalah orang yang paling berani dan palingdermawan” (HR. Bukhari Muslim). Oieh karena itu. kita yang mengaku meneladani beliau sudah selayaknya memiliki semangat yang sama. Yaitu semangat untuk bersedekah lebih sering, lebih banyak dan lebih bermanfaat di buian Ramadhan, melebihi bulan-buian lainnya.

Sumber: Majalah One Magz Edisi XXV Rajab – Sya’ban 1442 H

 

Sabtu, 20 Februari 2021

Politisi Muslim


Negara Indonesia merupakan negara yang menganut demokrasi. Demokrasi berdiri atas prinsip suara mayoritas. Yaitu bahwasanya mayoritas kelompok mereka lah yang menentukan maslahat jamaah dan juga mafsadahnya. Apa yang ditentukan sebagai maslahat maka wajib dijaga dan apa yang ditetapkan sebagai mafsadah maka wajib ditinggalkan. Dengan demikian, jika mayoritas kelompok tidak memahami agama maka sangat mungkin terjadi pelanggaran-pelanggaran aturan agama.

Masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduk muslim merupakan suatu keberuntungan karena suara mayoritas masih mengetauhi aturan agama. Seorang muslim hendaknya menyadari bahwa pengetahuan akan masalah politik dan apa yang terjadi di dunia ini harus menjadi salah satu perhatiannya. Dalam mewujudkan mayoritas yang terjaga dalam aturan agama diperlukan sekelompok orang yang terus mengikuti dan mendampingi mereka dalam melakukan proses demokrasi.

Maka sebagai bentuk kehati-hatian dalam memasuki lapangan politik menurut Muhammad bin Saiid al Ghamidi (2010) seorang muslim hendaknya memperhatikan poin-poin berikut.

1. Mengetahui aqidah secara lengkap disertai dengan pengamalannya. Ilmu tentang nama-nama Allah dan sifat Nya atau iman dengan kekuasaan Nya atau membenarkan janji janji Nya tidaklah cukup tetapi harus disertai iman dan yakin dan disertai dengan amal. Jika mengetahui bahwa Allah memenuhi janji Nya dan bahwa Dia menolong hamba-hamba Nya ketika kaum muslimin menolong agama Nya maka seorang muslim harus melakukan perbuatan untuk menolong agama Allah karena iman.

2. Mengetahui aqidah musuh musuhnya dari yahudi, nasrani, zionis, rafidah, sufi yang ghuluw dan pengikut bid'ah dengan ilmu berdasarkan kitab dan sunnah dengan pandangan salafus shalih atas pemahaman sahabat dan pengikut mereka.

3. Mengetahui sejarah. Hari-hari itu dipergulirkan dan sunnatullah atas makhluq Nya tidak berbeda dan tidak berganti dan sesungguhnya sebab kejatuhan negeri-negeri dan kebangkitannya diketahui oleh orang yang mempelajari sejarah dengan sadar wabil khusus pelajaran siroh Nabi Muhammad dan khalifah. Pengelolaan mereka pada negeri Islam merupakan praktek nyata untuk penerapan ajaran Islam pada tingkat pemerintahan.

4. Mengetahui teori politik buatan moderen wabil khusus politik barat yang berlaku setelah zaman penaklukan konstantinopel dan perpindahan banyak pemikir barat ke itali dan negara eropa lainnya

5. mengetahui ayat-ayat quran dan hadits nabawi yang berbicara tentang kepemimpinan, hukum dan sunnatullah pada umat-umat terdahulu wabil khusus nash-nash yang berbicara tentang fitnah dan tanda-tanda hari kiamat.

6. Mengetahui fiqh maqashidus syar'iyyah disertai fiqh kontemporer.

Hal-hal di atas merupakan syarat-syarat yang wajib dimiliki oleh politisi muslim. Ketika ia memenuhi syarat-syarat ini maka ia berhak untuk berbicara maslah politik syar'i. Berikut merupakan hal-hal yang harus diperhatikan menurut Muhammad bin Saiid al Ghamidi (2010) oleh politisi muslim.

1. Menyebarkan agama Allah di bumi atas aqidah sunnah salafsus shalih.

2. Berhukum antara manusia dengan hukum Allah

3. Membela hak dan kesucian muslimin

4. Bersaing dengan penggagas pemikiran yang menyimpang dan menjelaskan cacat mereka seperti liberalisme, sekulerisme, dan rafidah

5. Menyebarkan pemahamn aqidah kepada manusia dan menyeru kepada prakteknya bukan hanya taori.

6. Menyadarkan manusia tentang rencana musuh dan apa yang mereka lakukan di sekitar kita.

Politisi muslim yang syar'i itu sedikit sekali karena ahul ilmi tidak tertarik untuk mendalami bidang ini. Bidang ini wajib dimasuki oleh orang yang memenuhi persyaratan di atas untuk menyadarkan manusia dan agar mereka tetap awas dengan apa yang terjadi di sekeliling mereka. Di samping itu, politisi muslim harus banyak menelaah kitab-kitab ulama ahli politik syar’i seperti Imam al Mawardi, Imam Ibn Taymiyyah, DR Aidh al Qarni, DR Muhsin al Awaji, DR Said al Ghamidi, DR Safar al Hiwali, dan DR Nasir al Hunaini.

Daftar pustaka : Politisi Muslim, 2010 ditulis oleh Muhammad bin Saiid al Ghamidi. 

Minggu, 24 Januari 2021

Kebahagiaan Seorang Muslim dan Cara Menggapainya

Kebahagiaan adalah kata yang ringan di lisan, disukai hati semua manusia, ialah perasaan yang dirasakan oleh menusia yang direpresentasikan pada ketenangan jiwa dan hati, kelapangan dada. Dan semua manusia berusaha untuk mencapai kebahagiaan dalam hidupnya. Mayoritas manusia menganggap kebahagiaan dalam aspek dunia. Maka kebahagiaan bukanlah pada keberhasilan dunia sebagaimana Qorun juga berhasil dalam dunianya dan bukan pula kesenangan dunia. Tetapi kebahagiaan hakiki adalah di dalam ketaatan kepada Allah dan jauh dari maksiat dan menjadi sebab kemenagan abadi. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan (Ali Imron: 185)

Kebahagiaan dalam pandangan Islam ada dua tingkatan:

1. Kebahagiaan Duniawi

Islam mensyariatkan hukum-hukum dan menjelaskan dhawabit yang dibebankan kepada manusia untuk kebahagiaan dunianya, tetapi Islam menekankan bahwa kehidupan dunia hanyalah jalan menuju akhirat dan bahwa kehidupan hakiki yang wajib diusahakan oleh manusia adalah kehidupan akhirat. Allah berfirman: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (an Nahl: 97) Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (al Qashash: 77)

2. Kebahagiaan Ukhrawi

Inilah kebahagiaan yang tetap dan abadi dan merupakan tingkatan kesalehan seorang di kehidupan dunianya. Allah berfirman: (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (an Nahl: 32)

Islam telah memberikan tugas kepada manusia sebagai khalifah untuk memakmurkann bumi, merealisasikan HAM yang baik dan memperbaikinya. Hal itu diluputi banyak kesulitan dan menuntut manusia untuk berusaha dengan keras dan bersungguh-sungguh.

Sebagaimana kehidupan dunia tidak selalu mudah seperti yang diimpikan manusia bahkan selalu berputar dari kemudahan ke kesulitan dan dari sehat ke sakit dan dari fakir ke kaya dan sebaliknya. Cobaan-cobaan ini selalu diujikan kepada manusia di dalam hidupnya, maka dalam perjalannya manusia membutuhkan kesabaran, keinginan kuat, tawakkal, tekad, keberanian, akhlaq mulia dan sebagainya. Inilah penyebab terkuat ketenangan, kebahagiaan, dan kerelaan. Allah berfirman:

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk (al Baqarah: 155-157)

Sedikit manusia yang mengetahui hakikat kebahagiaan maka mereka beramal untuk mencapainya dan menjadikan dunia sebagai sarana mencapai akhirat dan mereka tidak terlenakan dengan dunia dan perhiasannya dari akhirat. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (Hud 15-16) Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir (al Isra: 18)

Berikut merupakan sebab-sebab kebahagiaan menurut Syaikh Abdurrahman As Sa'di.

1. Iman dan amal shalih

Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta" (Thaha 123-124)

Kehidupan yang baik ada pada ahli iman dan amal shalih adapun selain mereka walaupun bersenang-senang dengan kelezatan materi maka mereka ada dalam kesempitan dan kesusahan

Seorang mukmin yang mengharapkan apa yang di sisi Allah walaupun dunia terasa sempit dan diuji di dalamnya maka sesungguhnya ia merasakan kebahagiaan dengan iman dan amal shalihnya. Ibnu Qayyim berkata bahwa ia mendengar Syaikh Ibnu Taymiyyah berkata: “Sesungguhnya di dunia ada surga siapa yang tidak memasukinya maka tidak memasuki surga akhirat”, dan beliau berkata kepadaku lagi: “Apa yang diperbuat musuh-musuhku kepadaku? sesungguhnya surgaku dan tamanku di dadaku di mana aku pergi ia bersamaku tidak berpisah denganku, sesungguhnya penjaraku adalah khalwat dan membunuhku adalah kesyahidan dan pengasingan ke luar negeriku adalah rekreasi”. Beliau berkata di penjaranya di benteng: “Jika benteng ini penuh dengan emas tidak sepadan di sisiku dengan mensyukuri nikmat ini, dan berkata lagi kepadaku: Orang yang dipenjara adalah orang terkurung hatinya dari Rabbnya dan orang yang tersandera adalah siapa yang disandera hawa nafsunya. Dan ketika masuk ke dalam benteng dan ada di dalam pagarnya, beliau melihatnya dan berkata: “Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa” (al Hadid: 13)

Ibnu Qayyim berkata: “Dan Allah mengetahui tidak ada seorangpun yang hidupnya lebih baik dari hidupnya dengan segala kesempitan hidup maka dia adalah orang yang paling baik hidupnya dan paling lapang dadanya dan paling kuat hatinya dan paling bahagia jiwanya yang terpancar kenikmatan di wajahnya”.

2. Berbuat baik kepada makhluq dengan ucapan dan perbuatan dan perbuatan baik. 

Allah menolak kesedihan dari hamba dan memperlakukan hamba sebagaimana ia memperlakukan orang lain. Ibnu Qayyim berkata: “Siapa yang berlemah lembut dengan hamba-hamba Allah maka Allah akan lemah lembut kepadanya, dan siapa yang menyayangi mereka maka Allah menyayanginya, dan siapa yang berbuat baik kepada mereka Allah berbuat baik kepadanya, dan siapa yang dermawan kepada mereka Allah dermawan kepadanya, dan diapa yang memberi manfaat kepada mereka Allah memberinya manfaat, dan siapa yang menutup aib mereka Allah menutup aibnya dan siapa yang mencegah kebaikan kepada mereka Allah mencegah kebaikan darinya dan siapa yang bermualah kepada ciptaanNya dengan suatu sifat Allah bermuamalah kepadanya dengan sifat itu di dunia dan akhirat. Maka Allah untuk hambaNya tergantung hamba kepada ciptaanNya”. Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar (an Nisa: 114).

3. Menyibukkan diri dengan amal atau ilmu yang bermanfaat dengannya jiwa bergembira dan rindu

Kesibukan itu mengalihkan hati dari stress dan melupakan sumber kesedihan sehingga jiwa akan gembira dan bertambah giat.

4. Fokus untuk hari itu

Dengan meninggalkan ketakutan akan masa depan atau kesedihan masa lampau, maka ia memperbaiki hari dan waktunya saat itu dan bersungguh-sungguh dalam hal itu. Nabi Muhammad bersabda sebagaimana dalam riwayat Imam Muslim:

“Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan.”

5. Memperbanyak berdzikir kepada Allah

Ini merupakan sebab terbesar dalam melapangkan dada dan menenangkan hati sebagaimana firman Allah: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram (ar Ra'd 28)

6. Melihat kepada yang lebih rendah dan tidak kepada yang lebih atas di sisi rizqi

Dengan ini ia merasa berada di atas orang lain di sisi kesehatan dan lainnya maka hilang stress dan sedihnya dan bertambah kegembiraan atas nikmat Allah. Nabi Muhammad bersabda:

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Berusaha menghilangkan penyebab kesedihan dan berusaha mendapatkan penyebab kebahagiaan

Yaitu dengan melupakan hal-hal tidak disukai yang telah berlalu dan tidak dapat diulang dan mengetahui bahwa memikirkannya adalah sesuatu permainan dan kemustahilan maka hati bersungguh-sungguh untuk menghindari pikiran-pikiran itu.

8. Menguatkan hati dan menghindari hal-hal kesedihan dan khayalan yang mendorong pikiran-pikiran buruk

9. Bersandar dan bertawakkal kepada Allah dan mempercayaiNya dan tamak akan keutamaanNya

Dengan itu akan menolak kesedihan dan mendapatkan kekuatan, kelapangan dan kegembiraan yang banyak di hati.

10. Melihat nikmat yang sudah diperoleh

Jika ditimpa dengan hal yang tidak disukai atau ditakuti maka hendaknya membandingkan dengan nikmat yang diperoleh (agama atau dunia), maka akan tampak untuknya banyaknya nikmat yang ada padanya dan jiwanya menjadi santai dan tenang.

\

Demikian, Wallahu A'lam.

Sumber:

Mafhum as-Saadah fil Islam, Syaikh Abdurrahman bin Mi’lan al Luwaihiq http://www.alukah.net

as-Saadah al-Haqiqiyyah, Dr. Saud bin Nafii’ https://saaid.net

Senin, 04 Februari 2019

JALAN MENUJU SURGA

MPIMEDIA.NET - Dakwah dalam Islam merupakan ibadah yang sangat agung, jalan yang ditempuh para nabi dan rasul, para pengembannya merupakan insan-insan terbaik umat yang mempunyai azam yang kuat. Sejatinya dakwah adalah mengajak kepada agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, kepada syariat-Nya dan melarang semua yang menyelisihinya.


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” [Ali ‘Imrân (3): 104]
Ada kisah menarik tentang semangat dakwah yang disampaikan oleh DR. Muhammad Ratib An-Nabulsy saat khutbah Jumat tertanggal 2 Juli 2010. Sebuah kisah inspiratif terjadi di Amsterdam yang sangat menarik untuk disimak. Semoga kisah ini dapat menambah semangat kita dalam berdakwah.

Menjadi kebiasaaan di hari Jum’at, seorang Imam Masjid dan anaknya yang berumur 11 tahun membagi brosur di jalan-jalan keramaian, sebuah brosur yang berjudul Thariiqun ilal jannah, jalan menuju surga. Tapi kali ini suasana sangat dingin ditambah rintik air hujan yang membuat orang benar-benar malas untuk keluar rumah. Si anak telah siap memakai pakaian tebal dan jas hujan untuk mencegah dinginnya udara, lalu ia berkata kepada sang ayah,
“Saya sudah siap, Ayah!”
“Siap untuk apa, Nak?”
“Ayah, bukankah ini waktunya kita menyebarkan brosur ‘jalan menuju surga’?”
“Udara di luar sangat dingin, apalagi gerimis.”
“Tapi Ayah, meski udara sangat dingin, tetap saja ada orang yang berjalan menuju neraka!”
“Ayah tidak tahan dengan suasana dingin di luar.”
“Ayah, jika diizinkan, saya ingin pergi menyebarkan brosur ini sendirian.”
Sang ayah diam sejenak lalu berkata, “Baiklah, pergilah dengan membawa beberapa brosur yang ada.”
Anak itu pun keluar ke jalanan kota untuk membagi brosur kepada orang yang dijumpainya, juga dari pintu ke pintu. Dua jam berlalu dan brosur hanya tersisa sedikit saja. Jalanan sepi dan ia tak menjumpai lagi orang yang lalu lalang di jalanan. Ia pun mendatangi sebuah rumah untuk membagikan brosur itu. Ia memencet tombol bel rumah, namun tidak ada jawaban. Dipencetnya lagi dan tak seorang pun keluar. Hampir saja ia pergi, namun seakan ada sesuatu yang menghalanginya. Untuk kesekian kali ia kembali memencet  bel dan ia mengetuk pintu dengan lebih keras. Ia menungu beberapa lama, hingga pintu terbuka pelan. Ada wanita tua keluar dengan raut wajah yang menyiratkan kesedihan yang dalam. Wanita itu berkata, “Apa yang bisa dibantu wahai anakku?”

Dengan wajah ceria, senyum yang bersahabat, si anak berkata, “Nek, mohon maaf jika saya menggangu anda, saya hanya ingin mengatakan bahwa Allah mencintai Anda dan akan menjaga Anda. Saya membawa brosur dakwah untuk Anda yang menjelaskan bagaimana Anda mengenal Allah, apa yang seharusnya dilakukan manusia, dan bagaimana memperoleh ridha-Nya.”

Anak itu menyerahkan brosurnya dan wanita itu sempat mengatakan terima kasih. Sepekan kemudian, usai shalat Jum’at, seperti biasa Imam masjid berdiri dan menyampaikan sedikit tausiyah, lalu berkata, “Adakah di antara hadirin yang ingin bertanya atau ingin mengutarakan sesuatu?”
Di barisan belakang, terdengar seorang wanita tua berkata, “Tak ada di antara hadirin ini yang mengenal saya, dan baru kali ini saya datang ke tempat ini. Sebelum Jum’at yang lalu, saya belum menjadi seorang muslimah, dan tidak berfikir untuk menjadi seperti ini sebelumnya. Sekitar sebulan yang lalu suami saya meninggal, padahal ia satu-satunya orang yang saya miliki di dunia ini. Hari Jum’at yang lalu, saat udara sangat dingin dan diiringi gerimis, saya kalap, karena tak tersisa lagi harapan saya untuk hidup. Maka saya mengambi tali dan kursi, lalu saya membawanya ke kamar atas di rumah. Saya ikat ujung tali di kayu atap. Saya berdiri di kursi, lalu saya kalungkan ujung tali yang satunya ke leher, saya memutuskan untuk bunuh diri.

Tapi tiba-tiba, saya mendengar suara bel rumah di lantai bawah. Saya menunggu sesaat dan tidak menjawabnya. Paling sebentar lagi pergi, batin saya. Tapi ternyata bel berdering lagi dan saya memperhatikan ketukan pintu semakin keras terdengar. Lalu saya lepas tali yang melingkar di leher saya dan saya turun untuk melihat siapa yang mengetuk pintu. Saat saya membuka pintu, saya melihat seorang bocah berwajah ceria dengan senyum laksana malaikat dan saya belum pernah melihat anak seperti itu. Ia mengucapkan kata-kata yang sangat menyentuh sanubari, ‘Saya hanya ingin mengatakan, bahwa Allah mencintai Anda dan akan menjaga Anda.’ Kemudian anak itu menyodorkan brosur kepadaku yang berjudul Jalan Menuju Surga.

Saya pun segera menutup pintu dan mulai membaca isi brosur. Setelah membacanya, saya naik ke lantai atas melepaskan ikatan tali di atap dan menyingkirkan kursi. Saya telah mantap untuk tidak memerlukan itu lagi selamanya. Anda tahu, sekarang ini saya benar-benar merasa sangat bahagia karena bisa mengenal Allah yang Esa. Tiada illah yang haq selain Dia. Dan karena terdapat alamat markas dakwah yang tertera di brosur itu maka saya datang ke sini sendirian untuk mengucapkan pujian kepada Allah, kemudian berterima kasih kepada kalian, khususnya ‘malaikat’ kecil yang telah mendatangiku pada saat yang tepat. Mudah-mudahan itu menjadi sebab selamat saya dari kesengsaraan menuju kebahagiaan surga yang abadi.”

Mengalirlah air mata para jaamaah yang hadir di masjid dan bergemuruhlah takbir. Allahu Akbar! Sementara sang Imam turun dari mimbarnya menuju shaf paling depan, tempat di mana putranya yang tak lain adalah ‘malaikat’ kecil itu duduk. Sang ayah mendekap dan mencium anaknya diiringi tangisan haru. Allahu Akbar!

[Disalin dari buku Muslim Hebat karya Abu Umar Abdillah terbitan ar-risalah]

Selasa, 25 Desember 2018

Badan Pengurus Daerah Mahasiswa Pencinta Islam Lampung Terkena Musibah Tsunami Selat Sunda

MPIMEDIA.NET, Lampung - Innalillahi wa Innailaihi Roji'un, sebuah musibah erupsi gunung krakatau dan tsunami pada Sabtu (22/12/2018), mengakibatkan kerugian dan duka yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat Lampung serta Banten. Menurut Informasi yang dilansir dari BNPB, menyatakan sebanyak 373 orang meninggal, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang dan 5.665 orang mengungsi.

Foto: Porak-poranda setelah terjadi Tsunami


Bencana tsunami tersebut menyapu seluruh pesisir pantai sekitaran Banten dan Lampung pada pukul 21.30 WIB. Disaat yang bersamaan Badan Pengurus Daerah Mahasiswa Pencinta Islam (BPD MPI) Lampung sedang melaksanakan kegiatan Rihlah dan Taddabur Alam di Pantai Marina, sehingga para pengurus dan anggota dapat merasakan secara langsung kedahsyatan tsunami Selat Sunda tersebut.

Informasi yg didapatkan dari ketua BPD MPI Lampung diantaranya:
1. Korban luka ringan 1 orang;
2. Terdapat 2 motor yg rusak parah;
3. 12 motor rusak berat;
4. Total 14 motor rusak tidak dapat dihidupkan, sehingga terpaksa diangkut menggunakan truk;
5. Kerugian ditaksir hingga 50 juta lebih.

Menurut saksi mata di tempat kejadian, anggota MPI Lampung saat itu sedang bersiap-siap untuk beristirahat, kemudian terdengar suara gemuruh air laut beserta ombak besar setinggi lebih dari 3 meter menerjang bibir pantai. Seluruh anggota yang hadir lari berhamburan ke atas bukit yang cukup terjal.

Alhamdulillah 'ala qulihal, tidak ada korban jiwa dari pengurus dan anggota MPI Lampung yang berada di tempat kejadian. Keesokan harinya setelah keadaan dianggap cukup baik, beberapa anggota melakukan penelusuran tempat kejadian. Banyak harta benda yang hilang dan keadaan tempat pun porak-poranda.

"Ombak datang seiring dengan badai yang terjadi di puncak gunung krakatau yang sedang mengalami erupsi. Lahar dan lava mendidih keluar mulai pagi dan terlihat jelas ketika petang dan semakin besar saat gelap.", ujar salah satu saksi mata di tempat kejadian.

Semoga musibah yang terjadi tidak menurunkan semangat perjuangan dakwah saudara-saudara MPI Lampung, dan bisa memberikan motivasi bagi kita untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah serta membuat kita bermuhasabah diri akan kematian yang semakin dekat. Wallahu a'lam


Mari bantu saudara-saudara BPD MPI Lampung dengan menginfaqkan sebagian harta yang kita punya.
Rekening    : BNI Syariah
No. Rek      : 0725043746 (a/n Andi Setiadi)
Konfirmasi : 0853-2154-5467
Harta yang kita infaqkan InsyaAllah akan membantu saudara-saudara yang sedang terkena musibah tsunami.



Reporter  : R. Amr.
Editor      : Ricki Cahya Utama
mpimedia.net

Jl. Raya Malaka Raya No. 10
Kelapa Dua Wetan, Ciracas
Jakarta Timur