Latest News

Kamis, 28 April 2016

Lantik Pengurus Baru, MPI Yogyakarta Serukan Persatuan Antar Harokah Islam

Sebanyak delapan orang pengurus Badan Perwakilan Daerah Mahasiswa Pecinta Islam (BPD-MPI) Yogyakarta telah dilantik dan dikukuhkan menjadi pengurus harian BPD-MPI Yogyakarta pada hari Ahad, (22/03/2015).
Pengurus BPD-MPI untuk masa jabatan 2015-2016, ini dilakukan secara langsung oleh Sekjen MPI Pusat. Acara yang berlangsung di STIE-YKPN itu dihadiri oleh delegasi perwakilan dari beberapa ormas mahasiswa Islam dan pergerakan di Yogyakarta.
“Kami memang sengaja mengundang berbagai ormas Islam kampus dan pergerakan untuk menjadi saksi adanya kegiatan ini. Selain juga kegiatan ini kami kemas sebagai ajang silatul ukhuwah antar harokah di Yogyakarta,” ungkap Ketua Panitia Sabda Riang di sela-sela acara kepada Kiblat.net.
Dalam sambutannya, Sekjen MPI Pusat Muhammad Irfan menyampaikan bahwa silaturahmi antar harokah di Yogyakarta ini menjadi pengingat. Meskipun, masing-masing harokah berjalan dengan bendera yang berbeda-beda, namun semuanya disatukan di bawah naungan Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.
“Bersyukurlah kita punya kesempatan dipersatukan oleh Islam, kita dipersatukan oleh sebuah visi global menjadi satu bagian dari agenda menegakkan dien Allah di muka bumi ini (iqomatuddin),” tambahnya.
Salah satu dukungan juga nampak disampaikan oleh delegasi dari Organisasi Gema Pembebasan Yogyakarta yang menyampaikan testimoni singkatnya. Gema Pembebasan membuka diri untuk bekerjasama dengan pergerakan manapun sepanjang tujuan dan ideologinya sama.
“Jika tadi di selebaran saya membaca bahwa MPI ingin menegakkan Islam secara kaffah, kami Gema Pembebasan juga memiliki visi yang sama untuk menegakkan Islam secara kaffah. Artinya di sini kita memiliki satu pandangan yang sama bahwa syari’at Islam penting untuk kita terapkan,” ujarnya.
Suasana silatul ukhuwah yang diinisiasi MPI Yogyakarta ini semakin bertambah hangat saat Ustadz Ade Syaifuddin yang merupakan kandidat Doktor yang tengah menyelesaikan studinya di Darwin University Australia ketika menyampaikan ceramahnya.
Ustadz Ade menyampaikan, selain ghiroh yang kuat yang harus dimiliki seorang aktivis adalah ilmu. “Selain itu, seorang aktivis dakwah juga harus memiliki sikap tasamuh (toleransi) terhadap siapapun yang bergerak dalam koridor pergerakan Islam,” tambahnya.
Tercatat beberapa ormas yang turut hadir dalam acara tersebut antara lain: Gema Pembebasan, HTI, LDK STTN Batan, LDK STIE Ahmad Yani, LDK UPN, LDK STIE YKPN, Ma’had Ali Bin Abi Thalib, dan beberapa organisasi yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mpimedia.net

Jl. Raya Malaka Raya No. 10
Kelapa Dua Wetan, Ciracas
Jakarta Timur