Latest News

Kamis, 28 April 2016

Klub Panahan MPI Bandung

(
MPIMedia), Bandung — Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berada di atas mimbar berkata: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah!” (HR. Muslim 1917)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan.” (HR. Muslim 2664)
Olahraga panahan merupakan suatu cabang olahraga yang telah sangat tua dan mendunia. Sejarah-sejarah peradaban besar pada zaman dahulu setidaknya memiliki satu kisah epic kepahlawanan yang berhubungan dengan olahraga yang satu ini. Mulai dari kisah fiktif Legolas sang Elf di trilogi “Lord Of The Ring”, Arjuna dalam “Mahabharata”, Rambo dalam serial film “Rambo”, hingga fakta mencengangkan mengenai kehebatan Saad bin Abi Waqqash yang bidikannya mendapat tebusan ayah dan ibu Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam. Sehingga, memanah memiliki korelasi yang sangat erat dan relevan dengan keberanian, kepahlawanan, kejantanan, kehebatan, kemasyhuran, bahkan kebijaksanaan.
MPI, sadar bahwa kader-kadernya harus memiliki kapabilitas yang mengakomodir setiap tantangan yang mungkin akan merintangi dakwah Islam. Bahkan, hal tersebut telah menjadi sunnatullah dan dinubuatkan oleh Rasul. Oleh karenanya setiap kader MPI diharapkan senantiasa melatih tiga bagian dari dirinya; hati (ruhiyah), otak(keilmuan professional), dan fisik(jasmaniyah). Setidaknya memiliki sedikit pengetahuan yang menjadi hujjah di hadapan Allah mengenai untuk apa waktunya dihabiskan. Liqa, ta’lim, dan kegiatan ibadah untuk memberi makan ruhiyah. Dan masuk ke kelas untuk kuliah setidaknya telah menjadi kewajiban minimal untuk memberi makan otak. Sedangkan untuk fisik, belum terlalu terjadwal dengan rapi.
Berangkat dari hal tersebut, beberapa ikhwan di MPI Bandung secara tidak terorganisir mulai melatih kemampuan fisiknya. Ada yang menggemari naik gunung, futsal, beladiri, panahan, dan lain sebagainya. Ketika berkumpul di sela-sela waktu halaqah, mereka membagi pengetahuannya kepada anggota lainnya. Dari berbagai diskusi mengenai hobi-hobi yang syar’i bahkan dianjurkan tersebut maka tercetuslah ide untuk membuat sebuah klub panahan amatir yang diasuh salah satu senior, Akh Abdullah. Dan dari situ lahirlah sebuah klub panahan amatir MPI Bandung: Archadut.
Pilihan mengapa membentuk klub panahan alih-alih mendaki gunung, futsal, atau beladiri karena memang jenis olahraga inilah yang disebut secara spesifik oleh Rasul. Selain itu, terdaat pertimbangan bahwa olahraga lain cukup terjangkau untuk menggunakan peralatan pribadi. Berbeda dengan olahraga panahan yang termasuk olahraga “mahal”. Dan hingga saat ini, Archadut telah memiliki 2 busur jenis longbow dengan beban tarikan masing-masing 28 pounds dan 32 pounds serta puluhan anak panah. Tentu jumlah ini tidak ideal untuk melatih kemampuan memanah seluruh ikhwan MPI Bandung. Namun, karena memang sedang merintis maka kedua busur inilah yang baru mampu ditunaikan haknya oleh MPI Bandung. Ke depan, akan diperbanyak jumlah peralatannya. Tempat latihan sendiri sekarang di areal tempat tinggal Akh Abdullah di sekitar daerah Dago Atas.
Tujuan khusus dari dididirikannya klub panahan “Archadut” ini sebagai berikut:
1. Mencari ridha Allah karena berusaha memenuhi seruan Allah dalam Surah Al-Anfal: 60.
2. Mengikuti sunnah Rasul untuk berlatih memanah.
3. Melatih kondisi fisik ikhwan MPI Bandung demi mencapai kapabilitas minimal sebagai seorang aktivis dakwah yang tentunya membutuhkan fisik yang prima.
4. Menjadi ajang relaksasi ikhwan MPI Bandung melalui penyaluran kesenangan di bidang yang diperbolehkan bahkan dianjurkan oleh Islam.
5. Merekatkan ukhuwah di antara ikhwan MPI Bandung pada khususnya dan para pemuda muslim pada umumnya.
Wallahu a’lam,
Reporter: Abdul Aziz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mpimedia.net

Jl. Raya Malaka Raya No. 10
Kelapa Dua Wetan, Ciracas
Jakarta Timur